Breaking News

Post Top Ad

Your Ad Spot

Wednesday, November 18, 2020

Teten Dorong Petani Bangun Korporatisasi Melalui Koperasi


Surabaya - Kementerian Koperasi dan UKM mendorong para petani, pekebun, dan nelayan yang sebagian besar tergolong pelaku UMKM di Indonesia untuk mulai berkonsolidasi dan membangun korporatisasi petani melalui koperasi.

Menkop dan UKM Teten Masduki mengatakan, sektor pertanian termasuk di dalamnya perikanan, 90 persen masih didominasi oleh para pelaku UMKM.

“Kami mengembangkan program di KemenkopUKM yang disebut korporatisasi petani,” kata Teten dalam acara Jakarta Food Security Summit yang digelar secara virtual, Rabu (18/11/20). 

Menurut Teten, tantangan pengelolaan pertanian rakyat di Indonesia yakni diusahakan dalam skala kecil, tata kelola belum modern, dan masuk ke industri hilir.

 Apalagi, arahan dari Presiden Jokowi pada Rapat Terbatas pada 12 September 2017, agar petani diorganisir dalam korporasi dengan tujuan supaya berdaulat atas hasil produknya atau menikmati nilai tambah di on farm dan off farm, membangun industri dengan skala ekonomi yang besar dan tata kelola manajemen yang profesional.

Kemenkop kemudian mencari solusi kelembagaan terkait tantangan di sektor pertanian dengan mendorong petani untuk membangun kelembagaan usaha yang dikelola secara profesional dan dalam skala keekonomian.

“Kalau kita lihat kondisi pertanian, perkebunan, dan perikanan kontribusi kepada PDB 13 persen, persentase terbesar UMKM di pertanian,” katanya.

Kemenkop telah memetakan koperasi di sektor pangan yang potensial untuk didorong menjadi koperasi modern. “Kami sedang mengexcercise 8 komoditas pangan untuk masuk dalam korporatisasi petani,” ujarnya.

Saat ini, kata Teten, Kemenkop bersama dengan Agriterra telah menggulirkan sebuah gagasan pengembangan korporasi petani model koperasi, yaitu sebuah upaya menjadikan petani sebagai penikmat terbesar dari nilai tambah yang tercipta dengan cara berinvestasi mendirikan industri pengolahan miliknya.

Terdapat 7 koperasi yang menjadi pilot project yakni KSU Citra Kinaraya, Demak – Jateng (Komoditas Beras premium specialty), Koperasi Berkah Multi Generasi, Bandung – Jabar (Komoditas Kentang), dan KPMK Pangandaran – Jabar (Komoditas Kelapa).

Kemudian Koperasi Rakyat Halmahera – Maluku Utara (Komoditas Kelapa), KAN Jabung, Malang – Jatim (Komoditas Tebu/Susu), Koperasi Pugar Ronggolawe Makmur, Tuban – Jatim (Komoditas Garam), dan KPSP Saluyu, Kuningan – Jabar (Komoditas Susu).[Fhr]

No comments:

Post a Comment

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.lokania